Kehidupan Malam Sang Penjaga Hutan Beton Geologi

Fakultas Teknik Geologi memiliki jurusan yang sudah cukup lama dikenal di kalangan masyarakat. Jurusan yang sudah berdiri sejak tahun 1959 ini tentunya memiliki banyak cerita yang melekat di pikiran banyak orang, salah satunya adalah orang-orang yang bekerja di ruang lingkup FTG. Bersama kita saat ini adalah salah satu security yang bekerja di FTG cukup lama, beliau akan berbagi mengenai pengalamannya selama mengabdi sebagai security di FTG ini, kita simak bersama yuk!

Gedung FTG Lama. (Widyatri Pusparini/Geocentric)

Pak Dadan menjabat sebagai security di Fakultas Teknik Geologi sejak 4 tahun yang lalu. Walaupun beliau hanya merasakan bekerja di Gedung FTG lama dalam waktu yang singkat, tak jarang beliau merasakan hal-hal yang kurang menyenangkan saat bertugas. Namun Pak Dadan sendiri lebih memilih untuk berjaga di gedung lama. Hal itu dikarenakan jumlah gedung yang lebih sedikit sehingga lebih mudah untuk dijaga.

Gedung Dekanat FTG baru. (Widyatri Pusparini/Geocentric)

Suara-suara yang dirasa ‘agak’ mengganggu pun nampaknya sudah tidak asing lagi bagi Pak Dadan, beliau lebih memilih untuk tidak menghiraukannya. Jika ditanya perihal hal-hal mistis apa sajakah yang pernah dialami oleh Pak Dadan selama bertugas di gedung baru, beliau menjawab bahwa kejadian-kejadian tersebut seringkali terjadi di gedung dua akademik. Terdapat pula rumor saat masih belum terjadi perkuliahan di gedung baru, para civitas akademika beberapa kali merasa diperhatikan oleh sesuatu: pintu yang tiba-tiba menutup sendiri, ataupun benda-benda yang berpindah dengan sendirinya. “Waktu itu pun saya pernah mendengar suara-suara seperti lemari yang ditarik, namun saat diperiksa tidak ada siapa-siapa. Yasudahlah mau gimana lagi.” Ujar Pak Dadan.

Pak Dadan, salah satu satpam FTG yang bertugas. (Widyatri Pusparini/Geocentric)

“Untuk semuanya, pesan saya mah kita semua harus percaya dengan Sang Pencipta, manusia adalah makhluk-Nya yang paling sempurna. Namun di sisi lain, kita pun harus selalu menjaga sikap, di dunia ini tidak hanya manusia yang menghuni, seluruh makhluk harus saling menghormati.” Begitulah pesan Pak Dadan pada penghujung perbincangan.

 

(Widyatri Pusparini/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.