Romantisme 90-an

Jika diamati, banyak sekali perbedaan antara era 90-an dengan era saat ini. Mulai dari segi teknologi, gaya berpakaian, hingga gaya berpacaran. Jika saat ini terbilang serba mudah termasuk dalam mengungkapkan cinta dan menjalin asmara, remaja era 90-an justru berbeda.

Anak muda saat ini, kerap menghabiskan waktu bersama kekasih dengan pergi ke mall untuk berbelanja, nonton bioskop, atau candle light dinner di restoran edgy. “Pacaran tidak melulu harus melakukan hal yang monoton tiap kali berjumpa di akhir pekan. Saat dulu saya bersama pasangan biasanya bertemu di taman sekitar Bandung, karena udaranya yang sejuk. Selain itu juga harus rela mengantre di wartel untuk sekadar menelpon pasangan,” tutur Nurul Lilian (28) saat ditemui di Balai Kota.

Masih banyak kegiatan lain yang lebih berbobot ketimbang harus melakukan hal yang sama dari waktu ke waktu atau sekadar pamer kemesraan. Yuk tengok romantisme era 90-an yang mungkin tidak akan terulang di era saat ini!

1. Berkirim surat cinta

Foto sebelah kiri (Jehan Trysha R./Geocentric). Foto sebelah kanan (M. Kayyis Fathin/Geocentric)

Jika remaja saat ini lebih mengandalkan smartphone untuk berkomunikasi dengan pasangan, hal yang berbeda dilakukan oleh remaja era 90-an. Remaja era 90-an cukup dengan surat menyurat dan serta cemas membayangkan kalimat romantis apa yang akan menjadi kejutan saat surat sudah berada dalam genggaman.

2. Ngobrol berjam-jam di warung telepon

Karena telepon rumah yang harganya cukup menguras dompet, sementara ponsel pun masih sangat jarang, warung telepon (wartel) pun menjadi tempat favorit bagi remaja yang sedang jatuh cinta. Biasanya, saat malam hari bilik wartel akan diisi oleh para remaja yang sedang menggombal dengan kekasihnya masing-masing.

3. Kencan di bawah pohon, taman atau teras rumah

(Ihsan Ahmadi A./Geocentric)

Saat apel malam minggu, pasangan kekasih era 90-an jarang yang menghabiskan uang untuk jalan-jalan, namun akan lebih memilih kencan di rumah si perempuan. Biasanya, saat kencan mereka akan berbincang di teras rumah atau di sebuah kursi panjang di bawah pohon tak jauh dari rumah. Bisa dibilang lelaki 90-an lebih gentle dibandingkan lelaki yang sekarang.

4. Kirim salam dan lagu untuk kekasih lewat radio

Radio adalah sahabat terbaik untuk menemani hari para remaja di era 90-an. Radio pun bisa menjadi jembatan kasih antara sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara. Lewat radio, seseorang dapat menitipkan salam kepada orang-orang terkasih, serta biasanya dengan tambahan request lagu romantis yang akan diputar setelah dibacakannya atensi dari seluruh penggemar radio.

5. Memberikan kado kaset tape

Saat kekasihnya ulang tahun, remaja pria tidak akan memberikan kado kekasihnya barang-barang mewah, tapi hanya sebuah kaset tape yang tidak seberapa. Kaset tersebut memang hanya berisi beberapa lagu cinta, namun kesan yang ditimbulkannya mampu membuat hati pasangannya bahagia. Saat lagu cinta itu diputar, sang kekasih merasa bahwa yang menyanyi adalah pria yang selama ini menjadi belahan jiwanya.

Apakah anda tertarik mencoba hal tersebut kepada sang kekasih?

 

(Claudia Noya/Geocentric)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *