Horornya Aspad

Tahukah kalian apa itu Aspad? Para mahasiswa Unpad tentu tahu dong. Yuk, kita ulas sebentar mengenai Aspad. Asrama Padjadjaran atau yang biasa disingkat menjadi Aspad merupakan asrama yang dinaungi Universitas Padjadjaran atau sekarang dikenal dengan sebutan Bale Wilasa. Aspad itu gak hanya berada di kawasan Unpad saja, tapi ada juga yang berada di luar Unpad. Biasanya Aspad ditempati oleh mahasiswa jalur afirmasi, bidik misi, ataupun mahasiswa yang memang dari fakultasnya diwajibkan untuk menetap selama 2 semester (satu tahun).

Tapi tahukah kalian, dibalik keramaian Aspad ada penghuni lain atau hal yang berbau horor terjadi di situ? Yuk, kita simak kisahnya.

Suasana Aspad 3 pada siang hari (Claudia Noya/Geocentric).

Bale Wilasa 11 atau yang dikenal dengan Asrama Padjadjaran 3 merupakan asrama farmasi tapi sempat juga ditempati oleh mahasiswa afirmasi Fakultas Teknik Geologi asal Maluku. Dilihat sekilas pada siang hari asrama ini tampak biasa saja, tidak terlihat ada hal-hal yang aneh. Tapi berbeda dengan situasi pada malam hari, apalagi untuk sebagian penghuninya. Hal itulah yang dikatakan oleh Pak Najat (56), yang merupakan penjaga Aspad 3 dahulu. Beliau sudah bertugas di Unpad dari tahun 1981, namun untuk Aspad 3 nya sendiri sudah 3 tahun terakhir.

Redaksi Geocentric ketika mewawancarai Pak Najat (Claudia Noya/Geocentric).

“Dulunya sebelum dibangun, Aspad 3 ini tempat kebun karet. Konon sih katanya ketika pembangunan Aspad 3 ini ada salah satu tukang bangunannya yang jatuh dan meniggal di tempat. Nah, kalau MRU itu dulunya saat zaman penjajahan Belanda adalah makam.” Ujar Pak Najat. Jika ditanya percaya gak ada penghuni lain di asrama tersebut, beliau mengatakan percaya karena sudah mendengar dan melihat sendiri. Beliau bersikap seolah tidak pernah melihat apa-apa, karena khawatir penghuni Aspad 3 ketakutan dan menjadi parno sendiri.

Suasana Aspad 3 ketika malam hari (Claudia Noya/Geocentric).

“Dari masuk portal Aspad 3 saja ‘energi’nya sudah mulai terasa. Saya pernah waktu itu duduk jam setengah 12 malam di depan asrama, kemudian ada anak Fakultas Kebidanan yang baru pulang. Dia melihat tepat di atas atap pintu masuk aspad 3 gedung B tempat saya duduk itu ada bapak tua, badannya besar, kulitnya putih yang terlihat memperhatikan kita. Spontan anak itu kaget dan berteriak. Teman yang mengantar dia juga udah gak berani lagi ke Aspad semenjak kejadian ini. Saya juga melihat hal yang sama, tetapi berusaha tetap tenang, karena ini bukan yang pertama kalinya,” tutur pak Najat.

Pasti bagi orang yang tidak mengalaminya, sulit untuk percaya. Tapi percaya ataupun tidak percaya, hal semacam itu tak dapat dipungkiri pasti ada di sekitar kita. “Percaya boleh, takut jangan!” Pesan ini yang disampaikan oleh Pak Najat. Tidak usah takut, gak usah lari, semua makhluk sama, yang terpenting jangan mengganggu satu dengan yang lain. Justru yang  perlu kita takuti adalah Sang Pencipta. Iman harus kuat, ini yang utama dan tanamkan dalam diri bahwa makhluk halus sehebat apapun, tidak lebih dari kita manusia.

 

(Claudia Noya /Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *