Berkarya Lewat Paper? Why Not?

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat, mahasiswa khususnya warga HMG memiliki lebih banyak kemudahan dan kesempatan dalam berkontribusi untuk memajukan himpunan yang kita cintai ini. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk berkontribusi, salah satunya dengan menulis dan mempublikasikan karya tulis ilmiah berupa paper. Dari banyaknya warga HMG yang telah menginspirasi, berikut akan dibahas dua warga HMG kece yang memilih berkontribusi dengan membuat karya tulis ilmiah berupa paper. Let’s check this out!

  1. Ahmad Lutfi (HMG 2016)

Warga Himpunan Mahasiswa Geologi kelahiran Pekanbaru, 11 November 1997 yang kerap disapa Lutfi ini, merupakan salah satu dari beberapa warga HMG yang memilih berkontribusi dengan berkarya lewat paper. Hal ini dibuktikan dengan 16 paper buatannya yang berhasil lolos di berbagai conference, competition maupun publication serta beberapa paper lainnya yang sedang dalam tahap review.  Lutfi sendiri mulai mengenal karya tulis ilmiah berupa paper sejak semester satu tepatnya pada saat dirinya mengikuti Masa Bimbingan HMG pada tahun 2016. Paper hasil buatannya yang berjudul Shale Gas Identification Based on Geological Model and Wells Log Using Inversion LMR ( Lamdha-Mu-Rho) on the Formation of Klasafet, Salawati Basin, Papua. merupakan paper pertama yang berhasil ia presentasikan di sebuah acara conference. “Jadi aku pertama kali mulai merintis untuk membuat paper pada semester satu, waktu itu masih tanya-tanya ke senior seperti format paper yang baik bagaimana, dapat idenya dari mana, udah dapat berbagai macam info begitu, aku mulai buat paper  di semester dua. Saat itu mulai belajar baca paper yang bahasanya sangat sulit, sampai-sampai aku semalaman baca paper gak ngerti sama sekali maksud papernya apa hahaha. Karena keseringan baca papernya aku jadi sedikit lebih mengerti, pada liburan semester dua mulai buat abstrak. Ada beberapa abstrak saat itu dan beberapa kali aku masukin abstraknya ke berbagai conference dan lomba, tapi gak ada yang lolos. Akhirnya aku coba di Conference Joint Convex Malang 2017 pada bulan September, rupanya aku lolos di sana dan  presentasi paper pertama kali di sana.” Ungkap Lutfi.

Presentasi paper pertama Lutfi yang lolos di Conference Joint Convex Malang (dokumentasi pribadi Lutfi )

Alasan terbesar Lutfi dalam memulai menulis paper didasari oleh motivasinya yang ingin memajukan Fakultas Teknik Geologi Unpad khususnya dalam bidang karya ilmiah. Menurut Lutfi dengan ilmu yang dikuasainya ia ingin bisa berbagi dengan warga HMG lainnya sehingga dapat bersama-sama memajukan HMG dalam bidang akademik.

Lutfi sendiri memiliki beberapa tips & trick agar paper yang dibuatnya berpotensi besar untuk lolos conference, competition, maupun publication. “Sebenarnya untuk membuat paper yang dapat lolos ke dalam conference, competition maupun publication itu mulai dari kita mengenali jenis conferencenya seperti apa, usahakan paper yang kita buat sama dengan tema yang mereka inginkan. Kedua adalah tingkat aktualitas dan solusi yang ditawarkan oleh paper yang kita buat, jadi paper yang kita buat sebaiknya membahas isu-isu terkini yang sedang booming dan kita menawarkan solusi yang tepat sasaran dengan isu-isu tersebut. Terus juga keunikan dari paper yang kita buat, keunikan di sini maksudnya usahakan paper yang kita buat itu berbeda dan membahas apa yang jarang sekali dipikirkan oleh orang lain. Terakhir adalah penulisan, pemilihan, penyajian kata, dan data yang akan ditampilkan. Penulisan, pemilihan, penyajian kata dan data sangat penting agar pembaca dapat dengan mudah mengerti paper yang akan kita buat.” Jelas Lutfi. Lutfi juga menambahkan, bahwa dalam pemilihan ide judul dan tema paper yang dibuat biasanya didapatkan dari paper – paper lain yang di dalamnya masih terdapat kekurangan sehingga permasalahan tersebut dapat dijadikannya sebagai tema dan judul paper yang baru.

Merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut serta menyebarkan semangat berkontribusi khususnya dalam hal membuat paper, Lutfi pun menyampaikan pesan untuk warga HMG. “Teruntuk teman-teman dan adik-adik seperjuangan di HMG, aku tahu tidak ada yang mudah dalam memulai sesuatu yang baru atau sesuatu yang tidak pernah kalian pikirkan sebelumnya, namun mencoba sesuatu yang berarti baik bagi kalian bukan merupakan sebuah kesalahan apabila menemui banyak kegagalan. Hal terpenting adalah sebagai jiwa-jiwa muda HMG yang akan mengemban tanggung jawab untuk himpunan dan negara ke depannya kita harus terus berusaha dan tak pernah patah arang terhadap banyaknya tantangan di depan kita. Menciptakan sebuah karya tulis ilmiah atau paper bukanlah sesuatu yang sulit melainkan sesuatu yang mudah, kita hanya perlu duduk dengan tenang dan mulai menuliskan apa yang ada di pikiran kita,” ucapnya dengan penuh semangat. Lutfi juga menambahkan, “Karena aku percaya peningkatan akademik HMG bukan hanya di tangan satu dua orang saja, tapi di tangan kita bersama,” tutupnya.

  1. Anis Millayanti (HMG 2016)

Anis Millayanti gadis kelahiran Cirebon, 28 Juni ini berhasil meyakinkan kita bahwa semua kalangan mahasiswa apapun jenis kelaminnya baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama dalam menulis karya tulis ilmiah berupa paper. Semua dapat terjadi apabila kita memiliki kemauan yang besar dalam berusaha. Sesuai dengan motto hidup yang dimilikinya “Always do your best, cause nobody can predict the future” Anis memaksimalkan potensi yang ia punya sejak SMA dalam membuat essay singkat dengan memulai membuat paper sejak semester tiga. Ketika ditanya mengenai motivasinya dalam membuat paper, Anis menjelaskan, “Pertama kali tertarik paper memang mau coba-coba aja tidak ada motivasi apapun, seiring berjalannya waktu karena terus meminta ilmu ke senior yang handal paper terutama kang Panji (HMG 2015), jadilah paper sekunder pertama karena dari data-data pustaka,” ucapnya. “Dulu aku bego gak ngerti apapun, awalnya bingung mau buat apa, ya intinya proses itu bisa terwujud berkat senior juga. Jadi jangan ragu-ragu buat deketin senior gitu hehe,” tambah Anis.

Berkat keisengannya untuk mencoba membuat paper, kini Anis telah berhasil membuat empat paper yang lolos berbagai conference dan kompetisi. Paper pertamanya yang berhasil ia presentasikan berjudul Quantitative Characteristics of the Cleat as an Indicator of a Coal Methane Gas in Tambang Banko, Muara Enim, South Sumatra.

Anis mengikut kegiatan Geoweek yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada (dokumentasi pribadi Anis)

Menurut Anis, ada banyak manfaat yang didapat dari menulis dan mempublikasikan paper, yakni dapat menjembatani dalam menimba ilmu, menjadi sarana dalam mendapatkan koneksi dengan orang-orang di luar kampus khususnya para professional, sebagai branding diri di dalam Curriculum Vitae, serta untuk memenuhi syarat lulus dengan predikat cumlaude.

Banyaknya manfaat yang bisa didapat dari menulis dan mempublikasikan paper, Anis pun memiliki tips & trick tersendiri agar karya yang dibuatnya berpotensi besar lolos conference maupun kompetisi. “Kalau untuk conference itu harus buat judul semenarik mungkin, kalau untuk competition harus buat ide yang semenarik mungkin,” tangkasnya. Anis juga menambahkan, “Kalo masalah tema balik lagi mau ambil arah apa, geothermal kah? Migas kah? Batubara kah? Kalo judul aku lebih enak dibuat ketika abstrak udah jadi, dan harus rajin-rajin kumulatif baca judul paper lain terkait tema yang sama jadi banyak referensi untuk buat judul yang menarik.”

“Gak ada yang gak menguntungkan di balik paper ini, jadi sebelum menyesal ayo mulai sekarang belajar buat paper! Deketin senior dan dosen, tanya bagaimana cara buat paper dan lain-lain. Inget, bingung dan bego di awal itu wajar karena lama kelamaan pasti bisa paham juga pada akhirnya dan jangan takut untuk mencoba suatu hal yang baru,” ucap Anis

Dari cerita pengalaman yang disampaikan oleh Lutfi dan Anis di atas kita bisa menyimpulkan kesamaan dari keduanya, yakni sama-sama berusaha dari nol untuk memulai sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi himpunan. Semoga pengalaman keduanya dapat menginspirasi kita semua agar lebih bersemangat dalam mengerjakan hal positif khususnya dalam menulis paper. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya dan berkontribusi, selamat berkarya!

 

(Salsabila Evelyn/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *