Pengurangan Sampah Plastik FTG dengan Ecobrick

Banyaknya penggunaan sampah plastik yang tidak terkontrol cukup membuat was-was sebagian orang. Bagaimana tidak, bahannya yang tidak dapat didaur ulang mendatangkan dampak negatif bagi lingkungan. Berbagai aksi dilakukan pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan tersebut salah satunya seperti pelarangan penggunaan sedotan plastik. Hal ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat,  berbagai organisasi mulai “turun tangan” membantu aksi positif tersebut. Pemanfaatan sampah plastik ini  juga dilakukan oleh Fakultas Teknik Geologi Unpad, dengan pembuatan ecobrick.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik yang bertujuan untuk meminimalisir volume sampah yang ada di bumi. Pembuatan ecobrick di Fakultas Teknik Geologi Unpad merupakan salah satu program kerja BEM Divisi Pengabdian Masyarakat yang bekerja sama dengan delapan lembaga di Fakultas Teknik Geologi Unpad. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tahun lalu yang belum terealisasi, sehingga dilaksanakan pada tahun ini. Ide pembuatan ecobrick ini dicetuskan oleh Ahmad Husaeni selaku Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat. “Nama proker ini adalah Every Day is Earth Day, sebelumnya kita cuma mau koar-koar aja kalau hari ini ada earth day terus orang-orang diingetin untuk ngurangin sampah plastik tapi kalau kayak gitu kurang efektif cuma satu hari, akhirnya kita mutusin untuk buat ecobrick agar proker ini dapat berkelanjutan.” Jelas Tafakur Subagio (18).

Salah satu contoh ecobrick yang sudah diisi sampah plastik. (Bunga Raissa/Geocentric)

Ecobrick yang dikumpulkan dari sampah plastik ini akan digunakan untuk membuat rak sepatu dan pot bunga  yang  diletakan di depan Markas Koordinasi (Mako). Pembuatan ecobrick akan dimulai tanggal 6 Mei 2019 oleh Divisi Pengabdian Masyarakat. Mahasiswa FTG yang ingin berpartisipasi dapat  memberikan sampah plastik kering melalui bank sampah yang disediakan di depan Celsi dan Kabisa atau memberikan ecobrick buatan sendiri ke Divisi Pengabdian Masyarakat. Ecobrick dapat dibuat menggunakan botol berukuran 600 ml dan 1500 ml yang diisi penuh serta padat oleh sampah plastik kering dengan berat 250 gram per botol ukuran 600 ml. “Untuk pembuatan rak sepatu dan pot bunga sendiri akan dibuat pada hari Jumat, 10 Mei 2019. Botol ecobrick ini akan dirakit dan dicat biar terlihat lebih bagus.  Hasil pembuatan ini akan ditunjukan saat acara puncak hari Sabtu, 11 Mei 2019.” Jelas Tafakur.

Divisi Pengabdian Masyarakat berharap dengan pengumpulan sampah plastik dan pengolahannya menjadi ecobrick ini dapat mengurangi volume sampah yang ada juga mampu memunculkan rasa peduli mahasiswa FTG untuk menjaga lingkungan, terutama di area Fakultas Teknik Geologi Unpad. Tidak sulit jika kamu ingin berpartisipasi  dalam membantu mengurangi sampah plastik, cukup kumpulkan plastik kering bekas yang kamu punya atau berikan ecobrick buatan kamu sendiri. Lumayan loh, plastik ini akan diolah dimana nantinya bisa kamu pakai hitung-hitung sebagai fasilitas tambahan di kampus. Yuk, daur ulang sampah plastikmu!

 

(Aisyah Shafa Virgianty/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.