Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Akhir-akhir ini berita di Indonesia dipenuhi dengan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla ini terjadi di daerah Sumatra dan Kalimantan. Di Sumatra tepatnya di Provinsi Riau dan Jambi, sedangkan di Kalimantan terletak di Kalimantan Barat. Peristiwa karhutla yang melanda beberapa wilayah di Indonesia saat ini merupakan peristiwa yang terus menerus terjadi setiap tahun. Kebakaran hutan seperti menjadi peristiwa tahunan yang wajib melanda beberapa titik di Indonesia. Kenapa kebakaran hutan dan lahan selalu saja ada setiap tahun? Apakah pemerintah sengaja membiarkan kebakaran hutan itu?

Penyebab kebakaran hutan di Indonesia disebabkan oleh siklus elnino, jenis tanah, dan ulah manusia. Siklus elnino menyebabkan jomplangnya curah hujan dan suhu antara dua daerah, dan Indonesia menjadi daerah paling kering menyebabkan musim kemarau panjang sehingga pohon-pohon dan tanaman lain pun menjadi kering. Penyebab kedua yaitu jenis tanah Indonesia, 10% tanah yang ada di Indonesia merupakan tanah gambut. Tanah gambut itu tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Tanah gambut merupakan tanah basah yang mengandung karbon dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk. Tanah gambut umumnya sulit untuk dibakar, tetapi ketika tanah gambut ini kering maka menjadi “santapan” lahap untuk api. Penyebab terakhir yaitu adanya rambahan lahan, pembukaan, dan pembersihan hutan dengan api. Api ini berasal dari manusia yang dengan sengaja membakar hutan yang sudah kering. Orang-orang yang membakar adalah orang pesuruh dari perusahaan-perusahaan. Biaya yang didapatkan oleh pembakar hutan ini sebesar lima ratus ribu rupiah. Perusahaan-perusahaan lebih senang membayar orang ini karena lebih murah dibanding menggunakan alat berat yang biayanya hampir lima sampai tujuh juta rupiah. Biasanya pembukaan lahan digunakan untuk mendirikan hutan industri. Tanaman hutan industri ini biasanya berupa tanaman sawit yang dimanfaatkan sebagai minyak goreng dan pohon yang dimanfaatkan untuk produksi kertas.

Salah satu kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. (www.bbc.com)

Untuk menangani masalah karhutla, pemerintah dan warga sekitar telah melakukan berbagai cara. Pemerintah telah menurunkan personel dari berbagai lembaga untuk memadamkan api. Kemudian pemerintah telah menggunakan teknologi seperti water bombing dan hujan buatan. Akan tetapi, cara ini kurang efektif karena untuk membuat hujan buatan memiliki syarat yaitu 80% letak awan di langit berada di atas. Dalam keadaan musim kemarau ini awan di langit berada di bawah sehingga mengakibatkan kurang efektifnya hujan buatan. Untuk mitigasi, pemerintah telah waspada sejak awal musim kemarau untuk mengantisipasi adanya kebakaran. Warga sekitar hutan juga telah membuat kelompok masyarakat cegah api. Tetapi, masyarakat cegah api ini mengalami kesulitan dari alat dan sumber daya manusia yang kurang.

Pemantauan kebakaran hutan oleh Presiden Jokowi. (Biro pers kepresidenan)

Kenapa kebakaran hutan terus terjadi setiap tahunnya? Dalam proses terjadinya hutan yang maksimal dalam perkembangan ekosistem, dibutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama. Tingkatan tahap suksesi dimulai dari lahan kosong, rerumputan, semak, hutan rendah, hutan sekunder, hingga hutan alami. Tahap untuk mencapai titik maksimal bisa mencapai 50 tahun lebih. Apabila tahun ini terjadi kebakaran di suatu lahan, maka tahun depan baru mencapai tingkat suksesi semak. Bisa dipastikan bahwa tahun depan pasti mudah untuk terbakar kembali.

Untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini dibutuhkan keseimbangan tiga pilar lestari, yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial. Pada dasarnya, penyebab kebakaran hutan adalah semua pihak baik pemerintah, perusahaan pengelola hutan, atau masyarakat sekitar. Akan tetapi, karena sama-sama masih mementingkan diri sendiri maka tiga pilar lestari ini tidak pernah seimbang.

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=Fc4pqR2UcAI&t=108s

https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/jokowi-didesak-tetapkan-karhutla-2019-jadi-bencana-nasional/ar-AAHLa8Y

https://katadata.co.id/tags/kebakaran-hutan-dan-lahan-karhutla

 

 

(Najmuddin Haikal Fikri/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.