Melawan di Hari Perempuan Internasional

Kumpulan Wanoja Ngalawan melakukan long march menuju Gedung Sate. (M. Sulthan Afif/Geocentric)

Aksi yang dilakukan oleh Kawan tidak hanya long march dan orasi di Gedung Sate, tetapi rangakaian acara satu bulan penuh pada bulan Maret yang bertajuk Bulan Persatuan Perempuan. “Untuk rangkaian acara Bulan Persatuan Perempuan kan sebulan, udah dimulai dari awal Maret sampai akhir Maret tanggal 31. Untuk rangkaiannya ada diskusi, kemarin tuh ada teater, terus pemutaran film nanti, dan lokakarya.” Tutur Poppy (23) salah satu aktivis Kawan dari Jakarta yang ikut meramaikan acara IWD di Bandung.

Tema yang dibawa pada aksi kemarin adalah ”Membangun Persatuan Perempuan Menghancurkan Opresi Sistematis”. Terdapat tuntutan-tuntutan yang disuarakan oleh Kawan diantaranya: Tolak Omnibus Law, sahkan RUU-PKS, tolak RUU Ketahanan Keluarga, hapuskan pasal karet UU ITE yang mengkriminalisasi perempuan dan rakyat tertindas lainnya, tarik militerisme di Papua, hapuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan yang merusak alam, dan hentikan segala bentuk sunat untuk perempuan. Kawan yang terdiri dari kolektif, individu, buruh, pelajar, tidak terbatas hanya pada mahasiswa yang menyuarakan tuntutannya namun juga bersama Serikat Buruh Militan pada perayaan IWD kemarin di Gedung Sate, Bandung.

Tidak hanya diikuti oleh perempuan tetapi ada juga laki-laki yang ikut meramaikan acara yang dirayakan setiap 8 Maret ini. “Karena ada keresahan-keresahan yang ingin disuarakan, salah satunya yaitu lingkungan yang masih banyak pelecehan terhadap perempuan, sexist, dan itu semua sistematis tidak tiba-tiba muncul dari ruang kosong.” Jawab Anja (26) saat ditanya mengapa ikut meramaikan acara yang biasanya diikuti oleh kaum hawa ini.

Dengan memperingati International Women’s Day dan diadakannya Bulan Persatuan Perempuan, Sasa (20) sebagai Humas Kawan berharap acara ini dapat mengedukasi dan mengajak perempuan yang belum berani bicara untuk berani menyuarakan keresahannya agar perempuan tidak ditindas dan terus terpuruk. “(Perempuan) harus melawan ya, harus bisa bangkit dari keterpurukan, ketertindasan, di manapun kamu, walaupun kamu sekarang ada di relasi kuasa atau di hubungan yang ga sehat. Ayo bangkit, ayo keluar, harus coba, harus bisa, karena semakin kamu diam, semakin kamu ga melawan, kamu bakal terus melambungkan dan semakin terpuruk di dalamnya.” Harap Sasa untuk para perempuan yang ada di seluruh Indonesia.
Laki-laki juga turut merayakan International Women’s Day. (Daffa Abiyyu/Geocentric)

Dengan memperingati International Women’s Day dan diadakannya Bulan Persatuan Perempuan, Sasa (20) sebagai Humas Kawan berharap acara ini dapat mengedukasi dan mengajak perempuan yang belum berani bicara untuk berani menyuarakan keresahannya agar perempuan tidak ditindas dan terus terpuruk. “(Perempuan) harus melawan ya, harus bisa bangkit dari keterpurukan, ketertindasan, di manapun kamu, walaupun kamu sekarang ada di relasi kuasa atau di hubungan yang ga sehat. Ayo bangkit, ayo keluar, harus coba, harus bisa, karena semakin kamu diam, semakin kamu ga melawan, kamu bakal terus melambungkan dan semakin terpuruk di dalamnya.” Harap Sasa untuk para perempuan yang ada di seluruh Indonesia.

 

 

(Taufik Ilham Riyady/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.