Mengenal Gigolos Lebih Dekat

Siapa yang tidak tahu Gigolos? Semua mahasiswa Unpad, khususnya Himpunan Mahasiswa Geologi (HMG) tentunya tahu. Namun, sekadar tahu saja tidak cukup. Ibaratnya tak kenal maka tak sayang. Yuk, kita mengenal Gigolos lebih dekat!

Salah satu penampilan Gigolos. (Rizkysafira I/ Geocentric)

Gigolos yang merupakan singkatan dari Gilanya Geologi Saman adalah KKM di HMG yang melakukan tarian kontemporer antara tari saman yang asli dengan kebudayaan yang ada sekarang. Gigolos terbentuk pada tahun 2009 oleh alumni HMG Unpad Angkatan 2009, yaitu Arsyan Hilman. “Terbentuknya Gigolos itu simpel, berawal dari sebuah sport event antar fakultas. Ketua dari acara itu awalnya sedang mencari opening event. Nah, dari situ saya berpikir kenapa kita gak buat opening yang berbeda. Akhirnya kita buat sebuah terobosan baru yaitu tari saman yang beranggotakan laki-laki semua.” Tutur Arsyan. Gigolos pada awalnya terbentuk dengan beranggotakan sekitar 14 orang. “Semuanya komit dan tiap hari latihan sebelum acara. Walau hasilnya secara kesenian gak begitu oke, namun tetap kompak. Ya, namanya juga geologi.” Tambah Arsyan. Pendiri Gigolos ini juga mengatakan bahwa kenapa tari saman yang dibawakan, mungkin karena banyak orang yang masih awam dengan tarian ini, serta mau memberikan image bahwa geologi tidak selalu tentang batu dan sangar saja, namun bisa memberikan sesuatu yang beda lewat tarian yang dibawakan secara unik. Mengapa semuanya laki-laki? Karena tari saman dari Gayo, Aceh ini aslinya memang beranggotakan laki-laki.

Shalsya Alyahaq dan Irzan Fajar Rianto, manager dan anggota aktif Gigolos saat usai diwawancarai. (Claudia Noya/ Geocentric)

 “Konsep Gigolos sendiri awalnya dari tari saman yang diparodikan jadi lucu-lucuan. Tujuannya semata-mata untuk menghibur penonton dan bagi kita sendiri yang menarikan. Anggaplah ini bisa jadi hiburan dari stres pelajaran ataupun mabim. Konsep tariannya juga gak begitu serius seperti yang dibawakan fakultas lain atau tari saman yang biasanya. Mungkin ini yang bikin Gigolos itu beda dari yang lain.” Kata Irzan sebagai anggota Gigolos aktif. Kostum yang biasa dikenakan Gigolos berupa kaos hitam polos, ikat kepala, dan songket yang merupakan kain khas dari Aceh.

Gigolos di Acara Universe Cup 2019. (Shalsya Alyahaq/ HMG)

Gigolos tidak hanya tampil dalam skala FTG Unpad saja loh! Namun, sudah banyak acara di luar sana yang mengundang Gigolos sebagai bintang tamunya. “Kita pernah tampil di sebuah acara perlombaan yang diadakan Fikom, gala dinner-nya di Gedung Sate dan yang hadir di situ ada Gubernur Jawa Barat dan Menteri.” Jelas Shalsya (19) sebagai manager Gigolos. Selain itu Gigolos juga sudah pernah tampil di beberapa acara fakultas lain, kampus lain, main di luar kota, sampai di level internasional. “Puncaknya Gigolos di zaman gue itu, ketika kita ikut festival internasional di Turki, join dengan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Psikologi. Dari situ, kita bisa menambah koneksi dengan orang luar. Jadi, thank you Gigolos!” Tutur Arsyan ketika menceritakan pengalaman penampilan Gigolos dulu.

Selain suka, duka juga pernah dialami Gigolos. “Kita pernah tampil di hotel, itu di acara yang diadakan FISIP dan awalnya gak ada yang tepuk tangan sama sekali ataupun ketawa. Di akhir baru ada, itupun awalnya dari pelatih kita. Ini jadi tugas sendiri buat kita untuk mencari gimana caranya bisa benar-benar menghibur orang dan buat mereka happy.” Kata Irzan.

“Buat gua sampe sekarang Gigolos lebih dari itu. Walau udah regenerasi, kita tetap saling kontak dan sharing. Kita bisa dibilang udah seperti keluarga. Kita dulu sempat pernah buat acara reuni Gigolos. Harapannya ingin bikin acara reuni lagi, tapi mungkin dari teman-teman yang masih aktif.” Jelas Arsyan saat ditanya kesan dan pesan mengenai Gigolos. Begitu juga dengan Shalsya, ia mengatakan bahwa Gigolos membuat mereka nyaman dan lebih dekat satu sama lain, jadi tidak pernah merasa jenuh.

 

(Claudia Noya/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.