Pandemi Menjadi Wadah Inovasi bagi Mahasiswa untuk Berbisnis

Hingga saat ini, Coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih menjadi momok bagi masyarakat dunia khususnya Indonesia. Hal tersebut diakibatkan karena tidak hanya kasus Covid-19 yang terus meningkat tetapi juga cara penularan Covid-19 ini yang semakin bervariasi. Oleh karena itu, Covid-19 menjadi ujian berat bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari di tahun 2020 ini, sehingga memaksa masyarakat untuk berkegiatan tanpa adanya kontak secara langsung.

Berbagai aktivitas di lingkungan masyarakat harus turut beradaptasi. Ketika biasanya kita sering melakukan kontak langsung seperti berkumpul, kini terpaksa harus dialihkan menjadi “kumpul online”. Begitu juga berbagai kegiatan lainnya. Secara tidak langsung, hal ini membuat masyarakat terpaksa menggunakan teknologi untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari, salah satunya pada aspek pendidikan. Hal tersebut membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 mengenai “Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.” Sehingga, kegiatan pendidikan tetap berjalan namun dengan cara yang berbeda. Para siswa dan tenaga pengajar dituntut untuk melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, banyak berita di media cetak maupun digital yang menyebutkan bahwa para siswa mengaku kurang puas dan menilai jika PJJ kurang efektif dilaksanakan selama ini. Hal tersebut dibuktikan melalui wawancara yang telah penulis lakukan kepada mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Padjadjaran.

“Sebenarnya menurut saya PJJ ini dirasa nggak efektif karena beberapa faktor yang salah satunya saya nggak terlalu nyaman ngeliat layar laptop maupun smartphone terlalu lama. Apalagi ada hari yang di mana jadwal mata kuliah satu dengan yang lainnya berdekatan sehingga mata saya udah mulai capek dan jadinya nggak memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan. Pada saat kuliah biasa, kalau saya nggak ngerti saya bisa langsung diskusi sama dosen, tanya sama teman sebelah yang ngerti, dan juga bisa ngeliat catatan teman sambil bertanya secara langsung.” tutur Gerald Khansa Muhammad (21).

Di sisi lain, PJJ ini memberikan dampak positif kepada para siswa maupun tenaga pengajar. Mereka dituntut untuk bisa memahami dan mengoperasikan berbagai macam teknologi yang mendukung PJJ ini sehingga secara tidak langsung akan menyukseskan Industri 4.0 yang direncanakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Selain itu, beberapa mahasiswa menganggap bahwa PJJ ini memberikan mereka “ruang yang besar” untuk mengembangkan diri agar bisa berkreasi dan berinovasi, salah satunya dituangkan ke dalam dunia bisnis. Apabila diamati lebih lanjut, pandemi Covid-19 membuat banyak mahasiswa untuk mencoba terjun ke dunia bisnis di berbagai bidang.

 

Gambar 1. Foto produk dari salah satu narasumber. (Anastasia Iva Andriana/ HMG)

“PJJ tuh ada enaknya juga sih, kuliahnya bisa di mana aja dan nggak membatasi saya untuk ngerjain suatu hal di waktu bersamaan. Biasanya kalau weekday, saya fokus kuliah, praktikum, dan organisasi tapi kalau PJJ banyak waktu kosongnya. Ya biasanya saya isi sama kegiatan-kegiatan yang bisa ngembangin diri saya, kayak bisnis kuliner rumahan, olahraga, dan online course biar ikutin protokol banget.” tutur Gerald mahasiswa sekaligus owner Mozzania Kitchen Bandung.

“Menurut aku sih kegiatan PJJ ngebuat kegiatan non-akademik jadi nggak terlalu banyak alias senggang dan biasanya aku pakai buat nyalurin hobi atau lebih banyak me-time. Nah, kebetulan dari SD memang suka sama dunia bisnis terus coba-coba terjun jualan pakaian, tas, ya intinya fashion gitu lah. Terus pas PJJ ini, faktor bosen, jenuh, stres karena di rumah aja, dan pandemi ga kelar-kelar jadi aku lebih banyak punya waktu buat kenal dan kembangin diri aku, ya salah satunya aku kepikiran buat cari tau minat banyak orang saat ini dan akhirnya aku coba keluar dari zona nyaman aku untuk bisnis di bidang kuliner.” tutur Anastasia Iva Andriana (20), mahasiswa Universitas Padjadjaran sekaligus owner Andr.recipe.

Banyak sekali bidang yang dapat ditekuni di dunia bisnis dan terlebih lagi semangat dan rasa penasaran para mahasiswa yang masih tinggi sehingga mereka mencoba berkreasi sebaik dan seunik mungkin agar dapat berinovasi di dunia bisnis. Hal tersebut membuat dunia bisnis menjadi bermacam-macam produknya. Oleh karena itu, hal tersebut sejalan dengan rencana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang optimis bahwa Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai kekuatan Indonesia.

“Awalnya aku mikir karena lagi pandemi gini kan kondisi finansial lebih diutamakan yang arahnya buat kebutuhan primer, makanya tercetuslah bisnis di bidang kuliner. Terus aku kepikiran nih buat bikin produk olahan ayam, kaya kulit gitu karena sering liat temen-temen suka rebutan kulit kalau lagi makan bareng, ya inspirasinya dari situ sih. Setelah itu aku riset pasar ke temen-teman terdekat via daring dan untuk bumbu sebenernya udah ada dari mama tapi aku coba ubah-ubah lagi sesuai dengan data riset yang aku dapetin biar tepat sasaran. Ketika dibuat, untungnya orang-orang rumah pada suka tuh sama produknya. Dari situ aku langsung gas jualan lewat media sosial dengan sistem PO dan Puji Tuhan sampai sekarang sekitar 90% konsumen ngerasa puas sama produk aku bahkan sampe beli lagi. Seneng banget sih rasanya.” tutur Sya.

Meski memang kegiatan virtual yang sedang berjalan karena pandemi saat ini seolah memberi batasan pada berbagai aktivitas manusia, secara tidak langsung kita menjadi insan yang kreatif karena dituntut untuk selalu berkreasi. Melihat dari segi positifnya, hal tersebut merupakan salah satu pilihan yang bijak dalam menghadapi pandemi yang entah kapan akan menemukan titik akhir ini. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk mulai berkreasi dan mengembangkan potensi diri?

 

 

(Reza Ramanda Putra /Geocentric XIII)

 

Sumber:

https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/08/kemendikbud-terbitkan-kurikulum-darurat-pada-satuan-pendidikan-dalam-kondisi-khusus

https://money.kompas.com/read/2019/03/21/082000826/tumbuh-pesat-jokowi-optimis-industri-kreatif-jadi-kekuatan-indonesia?page=all

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190217205400-4-55995/ini-visi-jokowi-soal-industri-40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *