Pembangunan “Jurassic Park” di Pulau Rinca, Akankah Mengganggu Ekosistem Komodo?

Gambaran Pulau Komodo. Sumber: travel.detik.com

Pulau Komodo terletak di salah satu kepulauan yang ada di Indonesia, yaitu kepulauan Nusa Tenggara. Komodo merupakan salah satu warisan dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO, Pulau Komodo ini merupakan habitat asli dari Komodo. Kawasan Taman Nasional Komodo ini mencakup beberapa pulau, di antaranya Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Gili Motang.

Dengan termasuknya Pulau Komodo ke dalam salah satu warisan dunia UNESCO dan keterdapatan hewan yang hampir punah pada habitat aslinya sudah barang tentu bagi kita untuk menjaga kelestariannya. Pulau Komodo saat ini juga merupakan salah satu kawasan wisata yang dibuka untuk umum dan memikat banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dilansir dari laman detik.travel.com, saat ini pemerintah sedang berencana untuk menyiapkan Pulau Rinca menjadi salah satu kawasan wisata premium dimana akan dibangun “Jurassic Park” di daerah Pulau Rinca. Pulau Rinca sendiri merupakan salah satu pulau dari empat pulau yang termasuk ke dalam Taman Nasional Komodo. Lantas pembangunan “Jurassic Park” seperti apa yang akan dibangun pemerintah di Pulau Rinca?

Gambaran Calon Jurrasic Park di Pulau Rinca. Sumber: mldspot.com

Dilansir dari laman mldspot.com, pembangunan Pulau Rinca akan mengambil tema seperti film Jurassic Park. Dalam pembangunan ini akan memiliki Dermaga Loh Buaya sekitar 400 meter yang menyerupai lidah Komodo, yang kemudian akan digunakan sebagai titik untuk pengunjung melihat aksi komodo dengan menggunakan satu liang yang dimanfaatkan untuk atraksi, serta berbagai fasilitas lainnya.

Suatu pembangunan yang melibatkan salah satu aspek penting yang ada di daerah tersebut yakni Pulau Komodo ini sudah barang tentu menimbulkan pro dan kontra terkait dengan keselamatan dari ekosistem Komodo, terlebih Pulau Rinca yang berdekatan dengan Pulau Komodo merupakan habitat dari Komodo itu sendiri. Dilansir dari laman CNNIndonesia.com, “Faktanya, proyek pariwisata KSPN di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Komodo, merusak lingkungan dan tidak mempertimbangkan habitat asli Komodo. Proyek ini juga mendapatkan perlawanan dari masyarakat lokal di Pulau Rinca dan di Labuan Bajo secara umum,” ujar Susan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA). Di sisi lain, Dirjen Konservasi SDA dan Ekowisata Wiratno mengungkapkan “Saya sampaikan tidak ada konsep wisata Jurassic Park, pengelolaan taman nasional ada zona pemanfaatan, zona pemanfaatan boleh jadi ekowisata bukan mass tourism,” ujarnya dalam wawancara CNNIndonesia.

Pembangunan kawasan wisata yang akan dilakukan pastinya memiliki tujuan yang baik, baik itu untuk pertumbuhan ekonomi suatu daerah tersebut ataupun kebutuhan lainnya, akan tetapi pembangunan seperti ini tidak semata-mata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi saja, tetapi seharusnya mempertimbangkan pula faktor lingkungan dan tentunya ekosistem satwa yang ada, terlebih pula Pulau Rinca termasuk ke dalam Taman Nasional Komodo yang merupakan salah satu warisan dunia di mana terdapat habitat asli dari Komodo yang hampir punah sudah barang tentu harus tetap dijaga dan dilestarikan.

 

Reza Rizqia Pujianto/Geocentric XIII

Sumber:

https://travel.detik.com/travel-news/d-5231434/saat-orang-labuan-bajo-bingung-dengan-istilah-jurassic-park

https://www.mldspot.com/traveling/indonesia-bakal-punya-jurassic-park-di-labuan-bajo-seperti-apa

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201027132845-20-563256/kiara-jurassic-park-di-habitat-komodo-buka-wajah-asli-kspn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *