Bak Dua Sisi Mata Koin, Berikut Dampak Mineral Bagi Kesehatan Tubuh!

Perak kan biasanya dibikin jadi perhiasan, emang bisa dibikin jadi bahan buat obat?

Mineral. Saat mendengar kata tersebut, orang-orang akan mengira bahwa mineral adalah kumpulan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, seperti K, Ca, Na, dan lain sebagainya. Namun, pengertian mineral bukan hanya sebatas itu. Mineral memiliki pengertian yaitu padatan anorganik yang terbentuk secara alamiah melalui proses secara kimia dan fisika. Mineral juga harus memiliki susunan atom yang teratur. Hal tersebut menyebabkan masing-masing mineral memiliki sifat fisik yang khas, seperti kuarsa berwarna putih dan olivin berwarna hijau. Selain itu, mineral memiliki rumus kimia yang bervariasi, dari hanya terdiri dari satu unsur saja hingga senyawa sangat kompleks.

Mineral berdampak besar bagi manusia. Salah satunya sebagai perhiasan. Umumnya, mineral yang dibuat menjadi perhiasan adalah mineral yang terbuat dari logam atau memiliki kilap kaca, seperti emas, perak, batu mulia, dan lain sebagainya. Mineral juga dapat berfungsi sebagai material dalam konstruksi bangunan, seperti kuarsa. Namun, tak banyak orang tahu dampak mineral bagi segi kesehatan. Lantas apa sajakah dampak mineral yang berkaitan dengan segi kesehatan? Sebelum masuk ke dalam bagian pembahasan tersebut, kamu terlebih dahulu harus mengetahui apa itu ilmu yang berhubungan dengan dampak mineral bagi kesehatan!

Kaitan antara mineral dengan kesehatan dapat dipelajari di geologi medis (medical geology) yang merupakan gabungan ilmu geologi dan medik yang mempelajari tentang peranan geologi, terutama material bumi dan proses geologi yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Material geologi seperti batuan dan tanah dapat mengandung unsur atau senyawa kimia yang dapat membahayakan atau bermanfaat bagi kesehatan manusia. Ahli geologi medis menggabungkan aspek geologi, biologi, kimia, dan fisika untuk meningkatkan kesehatan manusia.

Pada aspek geomorfologi, bentang alam di bumi yang bervariasi dapat memengaruhi material bumi dan proses geologi yang bervariasi pula. Salah satunya adalah kawasan geotermal dan hidrotermal. Geotermal (panas bumi) adalah suatu peristiwa yang diakibatkan dari aktivitas geologi yang menghasilkan panas, seperti aktivitas vulkanik dan tektonik. Pada kawasan geotermal, terdapat sumber mata air panas yang nantinya dikembangkan menjadi tempat pemandian air panas. Mineral yang umum dijumpai pada kawasan tersebut adalah sulfur (belerang). Sulfur dalam dosis yang pas dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kulit dan penyakit tulang. Namun, berendam di pemandian air panas dalam waktu yang cukup lama tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan pusing.

Mineral sulfur (mindat.org)

Mineral telah lama berkontribusi dalam industri kesehatan dan kecantikan. Mineral umumnya dipakai sebagai alat pengobatan, seperti perak. Perak adalah salah satu kelompok mineral native yang memiliki sifat antiinflamasi dan antiseptik yang dapat meredakan peradangan dan mencegah pertumbuhan mikroba pada tubuh. Perak umumnya dijadikan campuran dalam krim untuk menghilangkan jerawat dan mencerahkan kulit. Selain itu, perak juga digunakan untuk melapisi peralatan medis, seperti pisau bedah, kateter, dan pinset. Hal tersebut dikarenakan perak mampu melepaskan ion bermuatan positif untuk merusak membran sel dari bakteri sehingga pertumbuhan bakteri dapat diminimalisir.

Peralatan medis (canmedhealthcare.com)

Selain perak, mineral lain yang banyak dipakai dalam industri kesehatan dan kecantikan, contohnya adalah mineral lempung (clay). Mineral lempung adalah mineral yang termasuk ke dalam kelompok filosilikat. Mineral lempung digunakan sebagai bahan dalam industri kecantikan karena memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah diaplikasikan dan dibersihkan, waktu pengeringan yang cepat, dan aman bagi kulit. Mineral lempung juga memiliki sifat mengontrol produksi minyak berlebih dan membersihkan pori-pori pada kulit. Mineral lempung yang digunakan adalah white clay, pink clay, dan green clay yang berfungsi sebagai bahan utama dalam pembuatan masker yang terbuat dari lempung atau clay mask. Clay mask umumnya ditujukan untuk pemilik kulit berminyak dan kulit berjerawat. Selain itu, mineral lempung seperti bentonit berguna untuk detoksifikasi pada organ dalam tubuh. Bentonit memiliki fungsi yaitu mengeluarkan hidrogen berlebih, mempercepat pemulihan tubuh, menyeimbangkan pH tubuh, meningkatkan jumlah bakteri baik, mengurangi masalah pencernaan, dan menjaga kesehatan mulut.

White clay (journal.sociolla.com)

Mineral juga memiliki dampak negatif yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Asbes atau asbestos adalah salah satu mineral silikat yang berbentuk serat dan umum dipakai dalam kegiatan industri. Dalam kegiatan industri, asbes umumnya diproduksi dalam bentuk lembaran dan benang yang berfungsi sebagai insulator panas. Asbes juga merupakan bahan untuk pembuatan atap bangunan, cerobong asap, dan sarung tangan anti panas. Di balik manfaat tersebut, asbes ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Serat asbes yang berukuran sangat kecil dan halus dapat membahayakan sistem pernapasan manusia jika terhirup. Jika terpapar dalam jumlah yang banyak, asbes tersebut dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru dan kanker jenis mesothelioma, yaitu kanker yang menyerang membran yang melapisi paru-paru.

Mineral asbestos (cdc.gov)

Melihat dari dampak yang ditimbulkan oleh mineral pada kesehatan manusia, sudah sepantasnya kita bijak dalam memanfaatkan mineral yang ada di sekitar kita. Walaupun  mineral ada yang tidak berbahaya bagi tubuh, kita harus menggunakannya sesuai aturan yang ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan mineral tersebut akan membahayakan tubuh kita jika melebihi batas aturan yang ditentukan. Selain itu, kita harus sebisa mungkin menghindari penggunaan mineral yang dapat membahayakan bagi tubuh, seperti penggunaan atap asbes yang dapat diganti menggunakan atap genteng dari tanah liat.

 

(Amanda Zasya Adlyn/Geocentric)

 

Sumber

Adlia, et al. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Sulfur untuk Pencegahan Dermatitis. Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements 01 (2), 45-49.

Akhadi, M. (2015). Dampak Kesehatan Emisi Serat Asbes dari Cerobong Asap. JURNAL ENERGI & KELISTRIKAN VOL. 7 NO. 1, 19-27.

Hakim, A. Y. (2019). Mineralogi. Bandung: ITB Press.

https://detoxandprosper .com/detox-your-body/tools/bentonite-clay-for-internal-use/

https://www.agincourtresources .com/read-agincourt/berbagai-kegunaan-mineral-hasil-pertambangan/

http://www.nano.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1104875035

https://www.usgs.gov/news/earthword-%E2%80%93-medical-geology#:~:text=Definition%3A-,Medical%20Geology%20is%20an%20earth%20science%20specialty%20that%20concerns%20how,harm%20or%20benefit%20human%20health.

Velasco, et al. (2016). Characterization and Short-Term clinical study of clay facial mask. Rev Ciênc Farm Básica Apl Vol. 37 No. 1, 1-6.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *