Pindah Jurusan: Bukan Passion atau Sebatas Gengsi Saja?

Kuliah, kok, gini-gini aja, ya?

Berasa salah jurusan, deh!

Sebenernya aku emang enggak cocok ya di jurusan ini?

Beberapa penggalan di atas adalah bukti keresahan dari sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa baru dalam memasuki jenjang perkuliahan. Untuk sebagian mahasiswa, ketika awal masuk kuliah tentu akan merasakan resah dan gelisah. Banyak faktor yang memengaruhi seseorang ingin pindah jurusan. Entah itu karena materi kuliah yang susah banget buat dimengerti atau karena lingkungannya nggak cocok dengan kita. Seharusnya, sebelum kita menginjakkan kaki di bangku kuliah, kita sudah memikirkan dengan matang mau kuliah di mana dan jurusan apa supaya nantinya tidak menyesal dan malah ingin pindah jurusan. Selain itu, kita harus memahami dahulu jurusan yang kita pilih dan jangan hanya ikut-ikutan teman! Pindah jurusan bukanlah hal yang mudah bagi setiap orang, kita harus mengikuti tes perguruan tinggi lagi dan juga harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru lagi, bahkan membutuhkan biaya yang lebih.

Fakultas di Unpad (portalbrebes.pikiran-rakyat.com)

Tak masalah jika pindah jurusan dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu saat masih di semester-semester awal, bukan di semester pertengahan atau bahkan di semester akhir. Hal ini dikarenakan pada semester awal, beberapa materi yang diajarkan masih bersifat dasar dan seharusnya terdapat di jurusan lain juga.

Salah satu tweet mahasiswa Unpad yang ingin pindah jurusan (twitter.com/DraftAnakUnpad)

Pindah jurusan sempat menjadi topik yang hangat di sekitar teman-teman saya. Banyak yang merasa salah jurusan, padahal masih di awal semester hingga akhirnya ada beberapa teman saya yang memutuskan untuk pindah jurusan. Ada yang pindah jurusan tapi masih dalam satu kampus yang sama, ada yang pindah jurusan ke kampus yang berbeda. Alasan mereka pindah jurusan pun sangat beragam. Nah, berikut adalah beberapa alasan seseorang pindah jurusan:

  1. Tidak cocok dengan passionnya

Salah satu alasan utama mahasiswa pindah jurusan adalah merasa tidak cocok dengan passion-nya. Terkadang banyak mahasiswa yang tidak diterima di pilihan pertama dan malah diterima di pilihan kedua. Biasanya, pilihan pertama merupakan pilihan yang didasari sesuai bakat dan minatnya, sedangkan pilihan keduanya tidak sesuai dengan minat mereka. Oleh karena itu, ketika di pertengahan jalan merasa tidak cocok dengan jurusannya, banyak yang memilih untuk mengikuti tes perguruan tinggi lagi untuk bisa mencapai pilihan pertamanya.

“Awalnya cita-citaku dulu emang di bidang tambang atau migas. Tapi sayangnya, belum dapat di tahun pertama dan terlempar ke pilihan kedua. Setelah masuk ke tahun kedua perkuliahan aku mencoba untuk ikut tes lagi dan alhamdulillah akhirnya bisa masuk ke jurusan yang diinginkan sejak awal.” Tutur Nisrina Agustiani, mahasiswi FTG angkatan 2020 yang pindah jurusan dari Fakultas Peternakan ke Fakultas Teknik Geologi di kampus yang sama.

Memang benar tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Kalau kita memang sungguh-sungguh dengan keputusan untuk pindah jurusan, ya tidak masalah asalkan bisa dipertanggungjawabkan sendiri dan bisa menerima semua konsekuensinya.

  1. Mata Kuliah Terlalu Berat

Cara belajar di perguruan tinggi memang berbeda dengan pembelajaran saat di sekolah, ditambah materi yang diberikan cukup sulit dimengerti. Susahnya beradaptasi dengan materi di perkuliahan memang membuat kita ragu. Kita tahu bahwa jalan ke depan masih panjang dan materi-materi yang diberikan pun akan semakin sulit. Ada ketakutan tidak bisa menyelesaikan mata kuliah sehingga akhirnya harus mengulang kembali di semester depan. Hal inilah yang membuat mahasiswa memutuskan untuk pindah jurusan.

“Susahnya beradaptasi dengan perkuliahan bisa berdampak pada psikologis seseorang, misalnya bisa terjadi demotivasi, stres, dan bahkan ada yang sampai depresi. Soalnya temenku ada yang pernah kayak gitu.” Ungkap Nesya Anggraeni, Mahasiswi Psikologi Unpad.

  1. Lingkungan

Lingkungan baru memang mengharuskan kita untuk belajar beradaptasi. Kita dituntut bertahan dalam lingkungan dan orang-orang baru. Setelah beberapa waktu, ada yang sudah mulai dapat beradaptasi, ada juga yang masih belum beradaptasi. Perlu keringat perjuangan untuk bisa bertahan di situasi baru tersebut.

Alasan-alasan di atas merupakan beberapa penyebab utama mahasiswa ingin pindah jurusan. Memang tidak masalah untuk pindah jurusan, asal bisa berkomitmen dan menerima semua konsekuensinya. Sebaiknya, untuk menghindari keinginan untuk pindah jurusan, kamu harus bisa memilih jurusan paling cocok yang merupakan passion-mu serta jangan lupa untuk mempelajari dan memahami dahulu jurusan yang akan diambil. Selain itu, dalam memilih jurusan, jangan sampai hanya mengandalkan gengsi. Artinya, jangan sampai memilih jurusan yang ‘lebih terkenal’ atau ‘lebih punya nama’ tetapi tidak mengikuti passion. Sudah susah payah kuliah, keluar uang sana-sini, buang-buang waktu setahun, eh taunya pindah lagi karena gak bisa mengikuti pelajarannya.

 

(Rumsih/Geocentric)

Leave a Reply

Your email address will not be published.